Penatalaksanaan Stroke Secara Medis dan Tips Lainnya

Penatalaksanaan Stroke Sebagai Pertolongan Pertama Bagi Orang Yang Terkena Stroke Serta Cara Penatalaksanaan Perawatan Setelah Masa Krisis Telah Dilewati

Penatalaksanaan Stroke Sebagai Pertolongan PertamaPenatalaksanaan stroke yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kecacatan dan kematian pada penderita stroke. Di Indonesia dan bahkan di dunia, stroke adalah salah satu penyebab kecatatan dan kematian tertinggi sehingga sangat ditakuti. Penderita stroke juga semakin banyak setiap tahunnya. Bahkan stroke tidak hanya menyerang para orang tua karena banyak penderita stroke yang masih tergolong berusia cukup muda.

Namun, sebelum kita membicarakan tentang penatalaksanaan stroke, ada baiknya jika kita mengetahui tentang apakah stroke itu sebenarnya. Stroke adalah keadaan dimana terjadi gangguan pada pembuluh darah yang menuju daerah otak tertentu yang mengakibatkan pasokan darah pada daerah otak terhenti, kemudian menyebabkan sel-sel otak mati, mengakibatkan gangguan fungsional otak yang bersifat global, dan gejalanya terjadi lebih dari 24 jam. Stroke dapat berkembang dengan cepat sehingga dapat mengakibatkan kecacatan bahkan sampai pada kematian. Karena perkembangan stroke sangat cepat, penatalaksanaan stroke harus dilakukan dengan segera.

Stroke sendiri terdiri dari dua macam yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Kedua jenis stroke ini memiliki penyebab dan gejala yang berbeda sehingga membutuhkan penatalaksanaan stroke yang berbeda pula. Stroke iskemik adalah stroke yang terjadi akibat terjadi penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah yang mempengaruhi pasokan darah pada otak. Stroke iskemik adalah jenis stroke yang paling banyak terjadi dengan persentase kejadian sekitar 80-85%.  Jenis stroke kedua yang membutuhkan penatalaksanaan stroke yang berbeda adalah strokehemoragik. Stroke hemoragik terjadi jika ada pembuluh darah otak yang pecah sehingga terjadi pendarahan. Walaupun persentasi kejadian stroke ini tidak terlalu tinggi yaitu sekitar 15-20%, stroke jenis ini sangat berbahaya.

Penatalaksanaan Stoke

Pertolongan pada serangan stroke harus dilakukan oleh para ahli karena stroke merupakan kondisi yang sangat berbahaya. Jendela terapi pada strokesendiri sangat singkat yaitu sekitar 3-4 jam saja dan penatalaksanaan stroke awal adalah hal yang sangat menentukan. Oleh karena itu, penderita yang baru saja mengalami serangan stroke harus segera dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Sesuai dengan jenisnya, diperlukan penatalaksanaan stroke yang berbeda. Oleh karena itu diperlukan diagnosa terlebih dahulu tentang kondisi pasien untuk menentukan apakah terjadi stroke dan apakah stroke yang terjadi adalah iskemik atau terjadi pendarahan. Tindakan rawat darurat yang dilakukan adalah stabilisasi pasien dan pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk mengetahui kondisi pasien yang sebenarnya. Padapenatalaksanaan stroke, pengobatan umum untuk stabilisasi pernafasan, tekanan darah, dan mempertahankan kondisi organ-organ vital harus dilakukan. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan yang meliputi pemeriksaan fisik, pemeriksaan keadaan vital pasien, darah, EKG, rontgent toraks, dan juga perlu dilakukan CT Scan pada kepala secepatnya.

Tindakan yang harus dilakukan secepatnya pada penatalaksanaan stroke adalah usaha untuk mencegah matinya neuron otak dan untuk mencegah terjadinya gangguan fungsi otak lanjutan yang disebabkan oleh proses patologik yang menyertai. Seorang spesialis syaraf sangat dibutuhkan dalam memberikan tindakan dan pemberian obat yang ditujukan untuk memastikan perfusi darah yang cukup pada otak dan pencegahan komplikasi.

Untuk beberapa kasus yang berbeda, pada penatalaksanaan stroke seorang spesialis syaraf akan mengusulkan pemberian tindakan yang berbeda yaitu:

  • Bila sudah dipastikan bahwa terjadi stroke iskemik dalam waktu kurang dari 4,5 jam, maka pemberian cairan rtPA adalah usulan yang diberikan oleh spesialis syaraf. Pemberian cairan ini biasanya dilakukan melalui intravena.
  • Untuk stroke iskemik yang telah berlangsung selama lebih dari 4,5 jam namun masih dibawah 6 jam, pemberian cairan rtPA juga dilakukan namun tidak melalui intravena melainkan dilakukan secara intra arterial.
  • Untuk stroke iskemik lebih dari 6 jam namun kurang dari 8 jam, thrombektomi dapat diusulkan.
  • Untuk kasus iskemik yang sudah berlangsung cukup lama lebih dari 8 jam atau terjadi kasus stroke hemoragik maka akan dilakukan terapi obat-obatan. Untuk kasus hemoragik atau pendarahan, pengobatan hemostasis dapat dilakukan.

Penatalaksanaan stroke selanjutnya adalah  perawatan fase pasca akut yang dilakukan hingga 3 bulan setelah terjadinya serangan stroke. Perawatan ini ditujukan pada pemulihan kondisi pasien dan pencegahan terjadinya serangan ulang yang biasanya dapat terjadi lagi dalam kurun waktu 1 tahun. Untuk serangan kedua, kondisinya biasanya lebih gawat sehingga harus sangat berhati-hati agar tidak terjadi. Ahli syarat akan berusaha menemukan faktor resiko dan kemudian memberikan obat-obatan yang dapat menurunkan faktor resiko dan juga menurunkan kemungkinan terjadinya komplikasi. Penatalaksanaan stroke ini akan dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan di Indonesia yang merujuk pada standar internasional.

Terapi Pengobatan Alami

Setelah para ahli dirumah sakit melaksanakan penatalaksanaan stroke yang baik dan benar untuk menyelamatkan nyawa dan juga mencegah terjadinya cacat pada pasien, terapi secara alami dapat dilakukan untuk membantu pemulihan dan juga untuk mencegah terjadinya serangan strokeyang kedua. Pengobatan secara alami yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi jus Tahitian Noni yang telah terbukti mampu membantu dalam terapi stroke.

Terapi jus Tahitian Noni memang tidak termasuk dalam penatalaksanaan stroke, tetapi jus Tahitian Noni ini telah diteliti oleh banyak ahli dan juga dokter dari berbagai negara. Dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa Tahitian Noni mengandung berbagai macam zat yang sangat berguna bagi tubuh manusia dan dapat membantu dalam terapi stroke.

Salah satu zat paling penting yang terdapat dalam Tahitian Noni adalah zat Proxeronine yang mampu membantu tubuh untuk meregenerasi sel-sel tubuh, termasuk sel-sel otak yang telah mati akibat serangan stroke. Tahitian Noni juga mengandung zat bernama Scopoletin yang fungsinya adalah membantu tubuh dalam melebarkan pembuluh darah yang telah menyempit. Pada kasus stroke, penyempitan pembuluh darah adalah salah satu penyembab utama sehingga mengkonsumsi Tahitian Noni dapat mencegah terjadinya serangan stroke pada pasien.

termasuk dalam standar penatalaksanaan strokeSebenarnya kita dapat dengan mudah menemukan buah noni di Indonesia yang lebih dikenal dengan nama buah mengkudu. Namun, jika anda ingin membuat jus sendiri, anda harus berhati-hati. Tidak disarankan untuk meminum langsung jus yang dibuat  dari buah mengkudu segar tetapi harus dilakukan rangkaian proses tertentu agar jus tersebut aman untuk dikonsumsi. Selain itu kandungan buah mengkudu Indonesia mungkin berbeda dengan kandungan Tahitian Noni. Oleh karena itu, lebih baik jika anda mengkonsumsi jus Tahitian Noni Extra yang telah terbukti aman dan telah diteliti keampuhannya.

Saat mengkonsumsi, disarankan untuk mengulum jus Tahitian Noni selama kurang lebih 15 detik dibawah lidah untuk merangsang produksi serotonin dan melatonin, setelah itu barulah jus tersebut ditelan. Saat menjalankan penatalaksanaan stroke dengan Tahitian Noni Extra perhatikan juga untuk menghindari micin, garam, dan makanan-makanan kaleng yang terlalu banyak pengawet karena sangat tidak baik untuk sel-sel syaraf. Jangan lupa untuk selalu memantau kesehatan dan memeriksakan diri ke dokter secara teratur.